Pelaku dan Keluarga Tak Dapat Dihubungi, Universitas Airlangga Tegaskan Tak Akan Beri Perlindungan

- 30 Juli 2020, 19:33 WIB
Ilustrasi fetish. //Pixabay

PR KARAWANG – Kasus fetish kain jarik mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Menurut pengakuan sejumlah korban, selama menjalankan aksinya, oknum pelaku menggunakan modus riset akademik untuk mendekati mereka.

Mengaku sebagai salah satu mahasiswa perguruan tinggi negeri di Surabaya, oknum pelaku fetish kain jarik disebut-sebut tengah mengemban ilmu di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga.

Menanggapi pemberitaan yang melibatkan nama almamater, Universitas Airlangga bertekad akan menempuh tindakan tegas kepada mahasiswa yang diduga melakukan pelecehan seksual fetish jarik terhadap mahasiswa lain yang menjadi korban.

Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Universitas Airlangga, Suko Widodo, mengaku pelaku fetish kain jarik yang masih menempati puncak trending di Twitter merupakan salah satu mahasiswanya. Pelaku bernama Gilang Aprilian Nugraha Pratama, mahasiswa angkatan 2015.

Baca Juga: Berikut Panduan Penyembelihan Hewan Kurban di Masa Pandemi Berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama RI

loading...

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga telah menggelar sidang komite etik terhadap yang bersangkutan. Pastinya kami akan mengambil tindakan tegas karena sudah menyalahi etika mahasiswa,” tutur Suko dikutip Pikiranrakyat-karawang.com dari Antara.

Setelah berkali-kali menghubungi pelaku dan keluarga, pihak fakultas mengungkapkan masih belum menerima respon. Dengan demikian Universitas Airlangga akan menyerahkan kasus tersebut secara langsung kepada pihak kepolisian setempat.

Fakta mengejutkan diungkap Suko. Tindakan pelecehan seksual yang dilakukan pelaku ternyata pernah diketahui oleh sejumlah saksi meski belum dilaporkan ke pihak fakultas maupun universitas.

“Dulu pernah terjadi saat Gilang jadi panitia mahasiswa baru, tapi tidak dilaporkan ke dekanat. Dan sekarang sudah viral di media sosial, ada yang melapor. Makanya kami adakan sidang kode etik,” tutur Suko.

Halaman:

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Sumber: Antara News


Tags

Komentar

Terkini

Artikel Rekomendasi

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X