91 Satwa Liar Langka yang Diselundupkan Oknum Berhasil Dipulangkan dari Filipina ke Sulawesi Utara

- 28 Juli 2020, 18:57 WIB
Satwa langka asal Indonesia yang diselundupkan ke Filipina. /KJRI Davao City

PR KARAWANG – Sebanyak 91 satwa langka yang diselundupkan ke Filipina secara ilegal berhasil dipulangkan oleh Indonesia bekerja sama dengan perwakilan negara yang dijuluki lumbung padi itu. Gerakan perlindungan terhadap satwa langka itu didukung oleh Combating Illegal Wildlife Trade (CIWT) Project.

91 satwa langka itu terdiri dari reptil, mamalia dan burung antara lain seperti kakatua, kasuari, rangkong Papua, dan lainnya. Titik keberangkatan dilakukan di Pelabuhan Sta. Ana Davao, Davao City menuju Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara menggunakan kapal Gloria 28 pada 27 Juli 2020.

Dikutip Pikiranrakyat-karawang.com dari KJRI Davao City, aksi pemulangan satwa kali ini merupakan tindak lanjut dari penetapan pengadilan Republic of the Philippines Municipal Trial Court in Cities 11th Judicial Region, Mati City Davao Oriental yang diterbitkan pada 14 Oktober 2019.

Baca Juga: Sambut Libur Panjang, PT KAI Berikan Diskon Hingga 25 Persen Mulai 30 Juli Sampai 2 Agustus 2020

Dalam penetapan tersebut diputuskan bahwa satwa langka asal Indonesia itu akan dikembalikan ke tanah air.

loading...

Selama masa persiapan repatriasi, 91 satwa langka itu ditempatkan Pemerintah Filipina di taman konservasi milik swasta bernama Davao Crocodile Park.

Indonesia dan Filipina merupakan bagian dari Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), yakni perjanjian internasional antarnegara yang  bertujuan melindungi tumbuhan dan satwa liar demi mencegah kepunahan.

CITES mulai diberlakukan sejak 1 Juli 1975 di Jenewa, Swiss. Sedangkan Pemerintah Indonesia mulai meratifikasi CITES melalui Keputusan Presiden Nomor 43 Tahun 1978.

Baca Juga: Cek Fakta: Jokowi Disebut Berfoto di Depan Tembok Bertuliskan Karya Terbaik Pemerintah Adalah Utang

Halaman:

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Sumber: Kemlu


Tags

Komentar

Terkini

Artikel Rekomendasi

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X