Pilihan Kuasa Hukum Jatuh Pada Otto Hasibuan, Keluarga Kirim Surat Kuasa Guna Dampingi Djoko Tjandra

- 1 Agustus 2020, 16:50 WIB
Pengacara Otto Hasibuan. /Antara

PR KARAWANG – Usai ditangkap saat berada di Malaysia, Djoko Tjandra, seorang buronan yang terlilit kasus pengalihan cessie atau hak tagih Bank Bali kini resmi diserahkan ke Kejaksaan Agung dengan status barunya sebagai warga binaan atau narapidana.

Sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial, teka-teki terkait kuasa hukum yang akan dipercayai Djoko Tjandra untuk menangani kasus yang telah membelenggunya sejak belasan tahun terakhir kini terjawab.

Pihak keluarga meminta pengacara ternama Otto Hasibuan untuk menjadi kuasa hukum bagi terpidana Djoko Tjandra. Permintaan dilayangkan dalam bentuk surat kuasa bantuan hukum yang dibuat sendiri oleh keluarga Djoko Tjandra. Keluarga yang mengajukan antara lain saudara-saudara dan menantu Djoko Tjandra.

Namun saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Otto Hasibuan mengaku ia belum dapat memberikan sikap. Otto Hasibuan mengaku belum bisa memutuskan keinginan keluarga Djoko Tjandra.

Baca Juga: Token Listrik Gratis Kembali Diberikan Bagi Pelanggan 450 dan 900 VA Subsidi, Simak Langkah Berikut

loading...

Otto Hasibuan menuturkan ia berencana mengadakan pertemuan dengan Djoko Tjandra untuk mendiskusikan permintaan tersebut. Ia ingin bertanya secara langsung untuk memastikan terkait pengacara lain yang kemungkinan masih terlibat dengan kasusnya.

“Saya diminta oleh keluarga untuk membantu Djoko Tjandra, tapi saya sendiri kan tentu belum bisa memutuskan, kecuali jika saya bertemu dengan Djoko Tjandra,”

“Jadi hari ini kan hari libur, jadi saya tidak dapat ketemu dengan Djoko Tjandra karena tidak ada petugas di sini yang saya jumpai. Jadi mungkin saya cari waktu yang tepat,” tutur Otto Hasibuan dikutip Pikiranrakyat-karawang.com dari RRI.

Otto Hasibuan mengungkapkan ia sempat mencoba untuk mengunjungi ruang tahanan Djoko Tjandra, tetapi yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

Halaman:

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Sumber: RRI


Tags

Komentar

Terkini

Artikel Rekomendasi

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X