Telur Bantuan Non Tunai di Karawang Membusuk Akibat Penerima Meninggal dan Pindah Alamat

- 9 Juli 2020, 14:04 WIB
Ilustrasi. Ribuan paket sembako dan telur bantuan Provinsi Jawa Barat menumpuk di gudang Kantor Pos Bogor, Senin, 22 Juni 2020. Bantuan tersebut dikembalikan karena terjadi kesalahan data pada penerima. /Pikiran-rakyat.com/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI /

PR KARAWANG - Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) baru saja menerima paket pengembalian barang atau lebih dikenal dengan retur berupa telur yang sudah tidak layak konsumsi dalam jumlah banyak.

PT POS Indonesia mengantarkan retur telur tersebut ke kantor BLUPPB yang berada di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, berlokasi di Kecamatan Cilebar.

Retur telur itu merupakan bantuan sosial non tunai tahap pertama yang diberikan oleh Gubernur Jawa Barat.

"Karena kondisi sudah rusak dan tidak layak konsumsi, bantuan non tunai berupa telur diserahkan ke BLUPPB untuk pemanfaatan benih ikan," tutur Kepala Pos Indonesia Cabang Karawang Meliana Risna dikutip Pikiranrakyat-karawang.com dari Pemkab Karawang.

Baca Juga: Rencana Dibangun Tahun 2021, Jalur Khusus Sepeda di Karawang Akan Hadir di 4 Titik Berikut

loading...

Penyerahan retur bantuan non tunai disaksikan oleh perwakilan BPK Jawa Barat, Dinas Sosial Provinsi, Dinas Sosial Karawang, dan Komisi II DPRD Jawa Barat.

Risna menyebut sebanyak 4.087 sisa paket retur bantuan non tunai tahap pertama dari gubernur usai dikembalikan.

Paket yang sudah tidak layak konsumsi akibat membusuk itu tidak tersalurkan karena penerima berstatus sudah meninggal dunia dan pindah kediaman tanpa memperbaharui alamatnya.

Sementara itu, tahap kedua penyaluran bantuan Gubernur Jawa Barat akan mulai kembali dilakukan pada Kamis 9 Juli 2020.

Halaman:

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Sumber: Pemkab Karawang


Tags

Komentar

Terkini

Artikel Rekomendasi

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X