Pencemaran Sungai di Karawang Menurun Berkat Peran Satgas Citarum Harum

- 5 Desember 2019, 09:45 WIB
PEKERJA memperbaiki pondasi yang terpasang pada saluran pembuangan limbah cair yang dibuang langsung ke Sungai Citarum dan berbusa dari salah satu pabrik di kawasan industri di Jalan Cisirung, Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, Kamis, 5 September 2019. Masih terdapatnya sejumlah pabrik yang nakal membuang limbahnya tanpa proses pengolahan air limbah (IPAL) terlebih dahulu, merupakan salah satu kendala untuk menciptakan program Citarum Harum.*

KARAWANG (PR)- Menurunnya tingkat pencemaran limbah industri ke aliran Citarum di Karawang tidak terlepas dari peran Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum.

Sebelum adanya Satgas Citarum Harum, pencemaran di bagian hilir sungai terpanjang di Jawa Barat tersebut terbilang sangart parah.

Selain warna air yang hitam pekat akibat limbah industri, tingkat pencemaran kala itu bahkan menyebabkan ikan endemik yang ada sering mabuk oleh limbah.

Baca Juga: Pemakaman Muslim Seluas 50 Hektare Akan Dibangun di Karawang

Dilibatkannya unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam Satgas Citarum Harum juga turut menekan pencemaran di Sungai Citarum.

loading...

"Alhamdulillah setelah unsur TNI dilibatkan dalam Satgas Citarum Harum, tingkat pecemaran bisa ditekan. Mungkin para pelaku pencemaran mulai takut," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang, Wawan Setiawan, Rabu 4 Desember 2019.

Menurut dia, sepanjang 2019  hanya ada satu kasus pencemaran, yakni oleh PT Pindo Deli 3. Perusahaan kertas itu mencemari Sungai Cibeet yang merupakan anak Sungai Citarum.

Baca Juga: Empat Pengedar Narkoba Ditangkap, Polisi Amankan 80 Kilogram Ganja

"Anak perusahaan Sinarmas itu mendapat sanksi administrasi langsung dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Jika perusahaan itu tetap membandel, peningkatkan sanksi lebih tegas akan dilakukan," kata Wawan.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X