Sekolah Ramah Anak di Karawang Baru Tersedia 30 Persen

- 28 November 2019, 10:00 WIB
Sekolah Ramah Anak /DOK PR/
KARAWANG (PR)- Pemerintah Kabupaten Karawang terus berupaya membangun sekolah ramah anak untuk mendukung terciptanya kabupaten layak anak.
 
Saat ini sekolah ramah anak di Kabupaten Karawang baru mencapai 30 persen dari sekolah umum yang ada.
 
Hal itu dijelaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kabupten Karawang, Abdul Aziz, pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2019 tingkat Kabupaten Karawang di Aula Indo Alamsari, Rabu 27 November 2019.
 
 
Dia menjelaskan, untuk menciptakan sekolah ramah anak yaitu dengan mencegah kekerasan terhadap anak-anak selama berada di sekolah.
 
Pelaku percobaan dan tindakan kekerasan terhadap anak harus dilaporkan ke pihak ke polisian.
 
Untuk mewujudkan itu, lanjut Aziz, ada beberapa komponen yang harus tersedia di dalam sekolah ramah anak.  Diantaranya, sekolah harus memiliki kebijakan ramah anak, kemudian proses belajar yang ramah anak, juga pendidik dan tenaga kependidikan harus terlatih menganai hak-hak anak.
 
 
Tak hanya itu, sarana dan prasarana yang ramah anak menjadi komponen penting di sekolah tersebut. Selanjutnya partisipasi anak-anakpun harus disertakan dalam mewujudkan sekolah yang ramah pada mereka.
 
"Namun yang paling penting adalah partisipasi orang tua, lembaga masyarakat, dunia usaha dan alumni sekolah dalam membentuk sekolah ramah anak," kata Abdul Aziz.
 
Peringatan HAN Kabupaten Karawang Tahun 2019 dihadiri Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana, Kepala Dinas P3AKB Provinsi Jawa Barat, Kepala OPD dan Gugus Tugas KLA Kabupaten Karawang, Pengurus APSAI dan Forum Anak, juga para siswa PAUD, TK, SD, SLTP SLTA di Kabupaten Karawang.
 
 
Pada kesempatan itu, sejumlah penghargaan diberikan kepada kepada sekolah, Puskesmas dan kecamatan ramah anak terbaik tingkat Kabupaten Karawang Tahun 2019.
 
Lalu dilanjutkan penandatangan Deklarasi Kota Layak Anak (KLA) Kabupaten Karawang sebagai bentuk komitmen dari seluruh stakeholder Kabupaten Karawang mewujudkan KLA. 
 
Bupati Cellica Nurrachadiana dalam amanatnya mengatakan, peringatan HAN digelar dalam rangka memberikan perlindungan kepada anak, sehingga akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia dan cinta tanah air.
 
Cellica nerharap, melalui peringatan HAN diharapkan pemerintah dan masyarakat berpartisipasi secara aktif untuk meningkatkan kepedulian dalam menghormati, menghargai, dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi.
 
Mereka juga harus memastikan anak tumbuh dan kembang dengan baik. 
 
Selain itu, lanjut Cellica, HAN harus dijadikan momentum untuk meningkatkan kepedulian semua warga bangsa Indonesia, baik orang tua, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media massa, dan pemerintah terhadap pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.
 
Dengan demikian anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang berkualitas.

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Artikel Rekomendasi

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X