Dedi Mulyadi Desak Penyelesaian Pencemaran Minyak Pertamina di Karawang

- 24 November 2019, 14:51 WIB
KONDISI pemukiman warga Desa Cemara Jaya, Kabupaten Karawang, yang tercemar tumpahan minyak mentah akibat bocornya sumur migas YY-1 Offshore North West Java (ONWJ) milik PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Selasa, 3 September 2019.*/DODO RIHANTO/PR

BANDUNG, (PR).- Wakil Ketua Komisi IV DPR RI karawang.pikiran-rakyat.com/tag/Dedi-Mulyadi">Dedi Mulyadi mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, segera menyelesaikan permasalahan pencemaran lingkungan yang terjadi di pesisir pantai Kabupaten Karawang.

Seperti diketahui, sejak beberapa waktu lalu pesisir pantai Kabupaten Karawang tercemar tumpahan minyak karawang.pikiran-rakyat.com/tag/Pertamina">Pertamina dari sumur YYA-1. Hingga saat ini, tercatat ada 14.721 warga terdampak tumpahan minyak tersebut.

“Karawang itu sampai sekarang masalahnya belum selesai. karawang.pikiran-rakyat.com/tag/Pertamina">Pertamina harus segera menyelesaikan (masalah -red) secara utuh,” ujar Dedi dalam keterangan resminya, Minggu 24 November 2019.

Menurut Dedi, hal yang terjadi saat ini di pesisir pantai Kabupaten Karawang sangat merugikan warga yang mayoritas bekerja sebagai nelayan. Ia mencontohkan saat terjadi insiden jatuhnya pesawat Lion Air di perairan Karawang, berdampak juga pada ikan hasil tangkapan nelayan yang tidak laku di pasaran.

Perekonomian warga

loading...

Hal itu, kata Dedi, dikarenakan ada pengaruh psikologis dari calon pembeli yang enggan membeli ikan dari perairan Karawang karena khawatir tercemar. “Aspek psikologi ini sangat cepat di masyarakat, apalagi yang sekarang ini tercemar oleh minyak. Jadi andaikan masih ada ikan tangkapan, orang enggak mau beli. Ini yang harus segera diselesaikan dengan cepat,” katanya.

Baca Juga: Pemakaman Elite di Karawang Tawarkan Harga Fantastis

Dedi mendesak pemerintah segera melakukan pemulihan terutama untuk perekonomian warga. Salah satunya mencari solusi bagi warga yang menganggur dan kehilangan penghasilan selama pencemaran terjadi.

“Ini semua harus dengan cepat dipikirkan, diganti kehidupannya. Misal dengan bantuan pangan non tunai. Itu harus segera,” ujar politisi Partai Golkar itu.***

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X