Tertangkap Usai Berbicaya Ala Korsel, Puluhan Warga Korut Diadili, Disiarkan Seluruh Televisi Lokal

- 27 Juli 2020, 12:46 WIB
Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un mengamati peluncuran rudal.* /RODONG SINMUN/

PR KARAWANG – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un benar-benar memerangi pengaruh budaya Korea Selatan yang berusaha menyusup ke kehidupan warga negaranya.

Bahkan sekadar melontarkan kalimat yang khas diucapkan warga Korea Selatan sekalipun terlarang di negara yang baru melaporkan kasus suspek pertama virus corona itu.

Dikutip Pikiranrakyat-karawang.com dari New York Post, berdasarkan cuplikan video yang beredar luas di media sosial, terlihat warga Korea Utara dihukum usai meniru kata-kata yang populer digunakan warga Korea Selatan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Insiden yang diungkap Express berdasarkan laporan Radio Free Asia itu menjelaskan bahwa sejumlah warga Korea Utara ditangkap atas tuduhan berbicara dan menulis dengan gaya khas Korea Selatan, mereka bahkan diinterogasi dengan cara yang cukup mengerikan oleh petugas berwenang di negaranya.

Baca Juga: Cek Fakta: Tiongkok Dikabarkan Sengaja Jadikan Indonesia Kelinci Percobaan Uji Klinis Vaksin Corona

loading...

Seseorang yang enggan disebutkan namanya mengatakan, puluhan warga Korea Utara baik wanita maupun pria yang ditangkap secara paksa itu dicukur rambutnya sebagai sanksi telah melanggar aturan “bergaya ala Korea Selatan”.

Selama petugas melakukan interogasi kepada puluhan warga tersebut, mereka bahkan diikat beramai-ramai agar jera.

“Menurut seorang narasumber, 70 persen warga Korea Utara sempat menonton K-Drama atau drama Korea Selatan,” tutur seorang warga yang tinggal di Provinsi Hamyong Utara kepada Radio Free Asia.

Narasumber tersebut juga mengungkapkan, video yang memperlihatkan proses hukuman kepada puluhan warga itu ditayangkan di semua stasiun televisi lokal pada awal Juli lalu. Kebijakan tersebut dilakukan Pemerintah Korea Utara untuk menginformasikan bahwa seluruh warganya tidak diizinkan untuk menonton film maupun drama Korea Selatan.

Halaman:

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Sumber: New York Post


Tags

Komentar

Terkini

Artikel Rekomendasi

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X