Cek Fakta: Tiongkok Dikabarkan Sengaja Jadikan Indonesia Kelinci Percobaan Uji Klinis Vaksin Corona

- 27 Juli 2020, 11:21 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19. *Ringtimesbali.com /Ringtimesbali.com

PR KARAWANG – Beredar kabar di media sosial terkait masyarakat Indonesia yang diperdaya oleh Tiongkok sebagai subyek pengujian klinis vaksin virus corona yang kini masuk tahap ketiga. Perusahaan Sinovac yang bekerja sama dengan Bio Farma dituding sengaja memanfaatkan relawan Indonesia untuk menguji kemampuan vaksin sebelum bisa diproduksi secara masal.

Akun Facebook Ahmad Ghozali mengunggah tangkapan layar artikel terkait dengan narasi “Dalam sejarah pemimpin dunia, hanya di rezim ini yang bahagia melihat rakyatnya akan dijadikan kelinci percobaan vaksin corona dari Tiongkok. Sedangkan Tiongkok sendiri tak menguji coba pada rakyatnya sendiri.”

Dikutip Pikiranrakyat-karawang.com, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan klaim tersebut merupakan informasi yang salah.

Faktanya selain Indonesia, sejumlah negara seperti Brasil, Bangladesh, dan Turki juga turut bekerja sama untuk menggelar pengujian klinis vaksin virus corona yang dikembangkan oleh perusahaan Sinovac Biotech asal Tiongkok.

Baca Juga: Cek Fakta: Beredar Foto Ariel Noah Dikabarkan Menikahi Mantan Finalis Dangdut Academy, Jamila Putri

loading...

Selain itu klaim terkait Tiongkok yang tidak melakukan uji coba kepada relawan dari negaranya juga termasuk informasi yang keliru.

Sebelum mengirim vaksin ke Indonesia, Brasil, Bangladesh, dan Turki dalam rangka uji vaksin tahap ketiga, Tiongkok sudah lebih dulu melakukan pengujian tahap satu dan dua kepada sukarelawan di negaranya.

Pada uji klinis tahap pertama, vaksin disuntikan ke 5 sampai 50 orang tanpa risiko terinfeksi virus corona. Uji coba perdana itu dilakukan untuk mengetahui tingkat keamanan dan kemampuan vaksin dalam membangun imunitas. Pada tahap kedua, vaksin diujicobakan dengan tujuan yang sama dengan fase sebelumnya.

Kemudian pada tahap ketiga, vaksin diujicoba terhadap populasi yang jauh lebih besar yakni 25 sampai 1.000 orang subyek yang berisiko terinfeksi virus corona. Tujuannya yakni untuk melihat efektivitas vaksin dalam mencegah paparan virus corona jenis baru.

Halaman:

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Sumber: Kominfo


Tags

Komentar

Terkini

Artikel Rekomendasi

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X