Cek Fakta: Terima Bayaran dari Perusahaan, Oknum Polisi Dikabarkan Aniaya Petani di Sulawesi Selatan

- 26 Juli 2020, 20:16 WIB
Ilustrasi penganiyaan. /John Holmes

PR KARAWANG – Beredar kabar di media sosial Facebook mengenai oknum polisi yang dituding melakukan tindak kekerasan terhadap para petani di Sulawesi Selatan. Penganiayaan itu didalangi oleh salah satu perusahaan yang menjanjikan bayaran cukup besar kepada oknum polisi tersebut.

“Pak presiden bisa jelaskan kenapa para petani ini dipukul sama polisi? Jangan cuma dikasih gaji buta”. Demikian narasi beserta dua buah foto belasan pria dengan sejumlah luka ditubuh yang diunggah oleh akun Facebook Bucin Area pada 19 Juni 2020.

Tangkapan layar klaim tentang oknum polisi yang dituding terima uang dari perusahaan untuk aniaya petani.
Tangkapan layar klaim tentang oknum polisi yang dituding terima uang dari perusahaan untuk aniaya petani.

Mafindo melaporkan sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-karawang.com, klaim tersebut merupakan informasi yang keliru.

Berdasarkan penelusuran, foto dalam unggahan tersebut terjadi pada 29 Juni 2014 saat warga adat Pamona terlibat bentrok dengan pihak kepolisian.

loading...

Baca Juga: Korut Deteksi Kasus Pertama Virus Corona, Pasien Diduga Pembelot Usai Kembali dari Korsel Pekan Lalu

Insiden itu dipicu oleh ketegangan antara warga dengan PT Sinar Indonesia Merdeka (PT Sindoka), anak perusahaan yang berada di bawah naungan Sintesa Grup.

Secara kronologis, PT Sindoka mendapatkan hak guna usaha atau HGU seluas 3.509 hektar di kawasan Mangkutana, Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan.

Pada tahun 1998, saat Indonesia berada di puncak krisis ekonomi, PT Sindoka berhenti mengelola lahan. Kepemilikan HGU tersebut berakhir pada tahun 2017.

Halaman:

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Sumber: Mafindo


Tags

Komentar

Terkini

Artikel Rekomendasi

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X